Selasa, 22 September 2020

Sebuah Jurnal #32

 

 

Sudut Masjid

Duduk bersandar pada tiang masjid

Diatas lembar sajadah

Dibawah atap beton

Masjid tanpa kubah

Rupa dinding warna coklat

Masjid itu nampak terbuka

Terbuka untuk siapa saja

Samping kanan kiri tanpa batu bata

Tanpa jendela

Tanpa daun pintu

Tanpa pendingin ruangan

Tetapi aku merasa nyaman

Duduk bersandar di sudut masjid lantai dua

Sebuah tangga kayu empat puluh lima derajat

Membawaku turun langsung ke shof pertama

Menuju ruang padang jenggrang

Lampu persegi berderet di atap masjid

Malam itu ubin masjid kembali mendingin

Diserbu ganasnya angin malam

Terinjak kaki orang sembahyang

Tiga helai kain tak sanggup menangkis dingin malam

Sistem sarafku ikut menggigil

Tubuh mungilku sedikit bergetar

Kakiku berhenti berjalan

Kembali sampai di sudut masjid

Duduk bersandar pada tiang masjid

Tertidur

Tenggelam dalam lautan mimpi

Bojonegoro, 22 September 2020

 

3 komentar: