Di
Bawah Sinar Rmbulan
Malam hari di sebuah masjid tua
Dindingnya mulai rapuh
Warnanya memudar
Atapnya merekah
Karpet berdebu
Mikrofon jadul di atas mimbar kayu
Kemudian aku berjalan
Tepat di bawah cahaya rembulan
Sebab kubah masjid telah hilang
Dicuri seseorang
Sebab jika kubah masjid masih terpasang
Para pendoa
terhalang doanya
Karena itu masyarakat berbondong-bondong berdoa di
masjid
Waktu dulu
Dan kemudian semua doa mereka terkabul
Hingga pada suatu saat
Mereka kehabisan apa yang harus didoakan
Hutang sudah lunas
Harta melimpah ruah
Rumah megah
Istri cantik solihah
Banyak anak
Masa depan cerah
Dan kemudian mereka tak lagi mau berdoa
Mereka merasa malu
Bagaimana mungkin hamba yang serba kecukupan masih
saja meminta-minta
Bukankah itu bentuk rasa serakah?
Lagi pula hidup di dunia hanya sebentar
Buat apa banyak-banyak harta
Banyak-banyak anak
Banyak-banyak mobil mewah
Ujung-ujungnya mati hanya berkain kafan
Aku mengerti apa yang mereka omongkan
Tapi rasa-rasanya tak sejalan dengan tindakan
Apa mereka sudah diajarkan bagaimana cara menipu
orang?
Saya rasa tidak
Bagaimana bisa mereka belajar menipu
Sedang hati mereka penuh rahmat Tuhan
Sedang apakah mereka?
Pagi siang malam di dalam rumah
Bahkan untuk sekedar belanja sayuran
Sholat berjamaah yang dulu sering mereka kerjakan
Apa yang membuat mereka betah seharian di rumah?
Anugerah nikmat dari Tuhan
Atau rasa puas tanpa batas
Sedang aku masih di bawah sinar rembulan
Berdoa seperti yang dulu mereka lakukan
Kemudian sujud
Berdoa semoga doa-doaku tak pernah sudah
Bojonegoro,
25 September 2020

anjas
BalasHapusopo bed?
BalasHapus