Selasa, 22 September 2020

Sebuah Jurnal #33

 

Suara Alam


Suara alam membuatku kembali tenang

Suara kemricik air mengalir

Derasnya sungai menghantam batuan pinggir kali

Suara burung murai berkicau diatas ranting

Suara dedaunan jatuh dari pohon

Suara jangkrik di malam hari

Sebuah Jurnal #32

 

 

Sudut Masjid

Duduk bersandar pada tiang masjid

Diatas lembar sajadah

Dibawah atap beton

Masjid tanpa kubah

Rupa dinding warna coklat

Masjid itu nampak terbuka

Terbuka untuk siapa saja

Selasa, 11 Agustus 2020

Sebuah Jurnal #31

Negarawan


Dok. Pribadi
Getir darah mengalir

Tombak bambu runcing di ujung kelingking

Kepala terbentur cita-cita dan harapan bangsa

Memutar otak berbuat sekuat daya

Pikiran dipaksa bekerja dibawah todongan senjata

Tinta air mata menggores cerita dan makna

Menuliskan pada lembar sejarah bangsa

Sabtu, 11 April 2020

Sebuah Jurnal #30


Harapan
Dok. Pribadi
Harapan tak boleh mati, nak
Apapun yang kau makan saat ini
Harapan tetap tak boleh mati
Bagaimana sulitnya menyambung nasib

Kamis, 09 April 2020

Sebuah Jurnal #29


Lautan Kebajikan


From Google
Kejadian demi kejadian
Momentum demi momentung
Apa kau yakin kaulah yang paling jelita
Paling molek pikirannya
Aku kira tidak
Tidak kurang dari padanya

Sebuah Jurnal #28


Aku Pasti Tua


From Google
Aku pasti tua
Wajah cantik jelita
Suara lembut mengoda
Kulit kuning langsat
Berjalan seperti bergoyang

Sebuah Jurnal #27


Selamat Jalan


Dok. Pribadi
Sebuah catatan
Sebuah perjalanan
Sebuah perpisahan
Rangkaian kata
Kerangka harapan
Sekuntum doa
Jejak nestapa
Seberkas cahaya cita-cita