Selasa, 25 Februari 2020

Sebuah Jurnal #09


Kemanusiaan

From Google
Kemanusiaan terkoyak di ujung tombak
kebingungan adalah bencana besar
Berdiam diri diatas kursi singgasana
Menyaksikan pertumpahan darah
Manusia berarak
Tapi kami masih saja diam
Lambung kami mengembung dan mengempis
Lambung mereka tetap mengempis
Kesadaran hanyut di telan lapar dan dahaga
Badai pasir datang
Kain sorban adalah perisai terkuat
Dikala malam datang
Dinginnya gurun menusuk sampai ke tulang
Menahan lapar dikala yang lain foya foya
Tiada hari tanpa dahaga
Kesejahteraan adalah kemustahialan laten bagi mereka
Air minum adalah kemewahan bagi mereka
Pikiran melayang kemana mana
Menyerebak entah kemana
Menjadi buas dan liar
Iman mereka hampir saja di tebas olehnya
Para pengobral dosa
Penikmat darah dan nyawa
Hingar bingar wartawan berdesakan masuk area pengungsian
Pertanyaan dan celoteh wartawan terlontar seketika
Menyeruak, mendesak
Kemudian ia menjadi bisu
Diam tak bicara
Tetap saja digenggamnya sebuah granat
Dan seketika ia meneteskan air mata
Kemudian terjatuh ke tanah
Suasana menjadi lengang
Tak sepatah kata pun terdengar dari balik tubuh kekarnya
Bojonegoro, 26 Pebruari 2020
Ahmad Choirul Annas



Tidak ada komentar:

Posting Komentar