Binar
matamu
Menggerus
hatiku
Dekap
langkahmu
Menggetarkan
hatiku
Membuatku
malu
Mimik
wajahmu
Membuatku
jadi tersedu
Sabda
agungmu
Menundukkan
hatiku
Ayunan
tanganmu
Melunakkan
hatiku
Dentuman
ayat quran yang kau bacakan
Seketika
membuatku tersungkur
Terperosok
kedalam lubang penyesalan
Menginsyafi
kenyataan
Meratapi
tindakan demi tindakan
Berjuang
mati-matian
Berharap
mendapat ampunan
Dan
pasrah pada sang takdir
Mau
dikemanakan jiwa ini
Mau
dibuang kemana jasad ini
Aku
hanya bisa pasrah
Kembali
menjejaki langkah sang kyai
Manut
pada dawuh yai
Semoga
saja Tuhan pun merestui
Jejak
langkah yang tersesatkan
Pikiran
yang berarak, melayang entah kemana
Bergerak
liar dan brutal
Menggilas
segala yang ada
Menguras
darah dan harta
Kepuasan
yang semu jadi tujuannya
Kemudian
hati menjadi hampa
Membabi
buta
Menyalahkan
pihak mana saja
Mengklaim
kebenaran mutlak hanya miliknya
Kemudian
mulut terbungkam
Tak
bisa lagi berceloteh
Badan
meringkih
Tubuh
tak lagi sanggup berdiri tegap
Lemas
tak berdaya
Tubuh
hanya bisa terbaring lemas di atas ranjang
Hanya
mata memandang kiri dan kekanan
Manusia
yang dulu dibangga-banggakan
Kini
hanya bisa terbaring lemas di atas ranjang
Ada,
tapi tak berdaya
Bojonegoro, 13 Pebruari 2020
Ahmad
Choirul Annas

luar biasa, btw itu setnov ya ?
BalasHapusterus produktif, satu mpekan satu artikel
BalasHapus