Uluran Tangan
![]() |
| From Google |
Komedo tumbuh subur di
hidungku
Benalu berakar lebat di
wajahku
Lumut hati menutupi
kiruput wajahku
Reremputan ilalang di
atas pundakku
Bunga mawar tumbuh di
kedua telingaku
Semak belukar tumbuh
rimbun di dadaku
Pepohonan rindang
tumbuh lebat di punggungku
Kau kira aku ini siapa
Penyair seperti gus mus
Atau seorang pengecut
sepertimu
Doa doa yang mengambang
Permintaan yang tak
kunjung di kabulkan
Revolusi yang berhenti
cukup sebagai bualan
Hingar bingar demokrasi
yang tak sampai hati
melanggah ke depan tanpa
sepucuk uang
Kebebasan yang tiada
terkira
merombak habis tatanan Negara
Yang muda katanya yang
berkarya
Yang tua mengalah saja
Hengkang dari tahta
Menuju rakyat jelata
Kau dan aku sama saja
Sama sama pengecut
Sama sama pecundang
Hanya saja kau tak
mengakuinya
Sedang aku tiap hari
berdzikir
Aku ini pengecut,
Aku ini pecundang
Hingga umurku di ujung
senja
Tak satupun cita
terlaksana
Rasanya hidup ini tak
bermakna
Hambar sama sekali tak
berasa
Diri yang tak berdaya
Pikiran yang jauh dari
kata bijaksana
Tindakan yang jauh dari
kata sempurna
Entah apa yang bisa
membuatku tersadar
Entah kapan
Dan entah siapa yang
rela hati
mengulurkan tangan
Bojonegoro,
27 Pebruari 2020
Ahmad Choirul Annas

go ahead
BalasHapus